Stem Cell

Stem Cell (Sel Punca) merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Sel punca juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Saat sel punca terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah atau sel otak.

Para peneliti di berbagai negara pun mencoba mengembangkan pengobatan stem cells atau sel punca. Begitu banyak minat dari peneliti, masyarakat, tentang pengobatan stem cells yang menjanjikan kesembuhan atau perbaikan dari kondisi yang tidak bisa diobati ilmu pengobatan saat ini. Stem cells ini memang ditujukan untuk penyakit yang saat ini belum ada pengobatannya.

Terapi stem cells dapat memperbaiki jaringan tubuh yang sudah rusak. Di berbagai negara, seperti di Tiongkok, sel punca sudah digunakan sebagai layanan medis untuk mengobati penyakit kronis seperti jantung dan ginjal.

Namun di Indonesia sendiri masih terbatas pada skala penelitian. Saat ini, hanya 11 rumah sakit di Indonesia yang menjadi pusat pengembangan pelayanan medis penelitian dan pendidikan bank jaringan dan sel punca.

sejauh ini terapi sel di Indonesia telah diterapkan pada penderita penyakit jantung dan radang sendi. Di Indonesia sendiri sudah ada 30 orang yang menjalani terapi stem cell untuk jantung maupun sendi lutut. Hasil medisnya pun membaik.

Contohnya, di lutut yang rusak tulang rawan. Jadi stem cell akan menumbuhkan kembali tulang rawan. Lutut kembali bisa digerakkan, bisa berjalan. Begitu juga dengan jantung.

Saat ini minat terhadap terapi stem cell di Indonesia cukup tinggi meskipun harus merogoh kocek yang tak sedikit yakni mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan penelitian selama ini, stem cells aman bagi tubuh. Bahkan, efek samping stem cells justru bisa berbuah manis untuk masalah penuaan atau memberikan efek antiaging.

Risiko stem cells juga semakin kecil jika menggunakan sel dalam tubuh manusia itu sendiri. Sebab, tidak ada penolakan oleh tubuh terhadap sel baru tersebut. Berbeda untuk sel dari orang lain yang bisa berkembang menjadi kanker. Untuk itu para dokter akan sangat berhati-hati dan memastikan sel tidak akan ditolak oleh tubuh.

Maxxima transparan logo
homePuri Taman Sari,
Blok. G8 No. 02,
Makassar 90233

 phone(+62) 822-9197-3333

envelopinfo@cellmaxxagency.com

whatsapp0822 9197 3333

Rekening Bank

Logo Bank789-0011-564
152-001-183532-5
0460-752-138

 

Member Baru

Andi Besse Kurnia

ID Mitra : ID1000003

Kota : Makassar

Provinsi : SuIawesi SeIatan


A. Mutmainnah

ID Mitra : ID 0336921

Kota : Makassar

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Aburizky Kamaruddin

ID Mitra : ID 8526167

Kota : Pangkep

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Sultan Menca

ID Mitra : ID 0353782

Kota : Sidrap

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Kaharuddin Syahrim

ID Mitra : ID 0404404

Kota : Makassar

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Jusri

ID Mitra : ID 10000042

Kota : Bulukumba

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Rosdiani

ID Mitra : ID10000043

Kota : Bulukumba

Provinsi : Sulawesi SeIatan


Drs. Yahya Kamaruddin

ID Mitra : ID1871119

Kota : Pangkep

Provinsi : Sulawesi SeIatan


Raisuli Yahya

ID Mitra : ID 1000045

Kota : Pangkep

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Andi Sumarni Nyompa

ID Mitra : 1871119

Kota : Pangkep

Provinsi : SuIawesi Selatan


Feri Gani

ID Mitra : ID 1000047

Kota : Makassar

Provinsi : SuIawesi SeIatan


Hj. Shapiah

ID Mitra : ID 1000036

Kota : Makassar

Provinsi : SuIawesi SeIatan